Kamis, 14 Maret 2019

Pendiri Huawei: Seni Administrasi Donald Trump Salah Total

Ren Zhengfei. Foto: AFP PHOTO / FABRICE COFFRINIRen Zhengfei. Foto: AFP PHOTO / FABRICE COFFRINI

Jakarta - Pendiri Huawei, Ren Zhengfei, kembali angkat bicara soal tekanan pemerintah Amerika Serikat pada perusahaannya. Ia menyatakan kampanye AS melawan perusahaan teknologi China berisiko merusak reputasi internasional mereka.

"Jika pemerintah AS ini selalu mengancam negara lain, perusahaan atau individu dengan cara yang ganas, tidak ada yang akan berani berinvestasi di AS," kata Ren dalam wawancara dengan CNN yang dikutip detikINET.

Ren memuji ekonomi AS yang mendorong inovasi. Namun ia merasa Huawei diperlakukan tidak adil. AS selalu mewaspadai Huawei berisiko jadi kepetangan pemerintah China dan juga mengajak negara lain untuk waspada serta ikut memblokir. Tudingan itu sudah sering dibantah Huawei.




Huawei juga telah melayangkan somasi aturan pada pemerintah AS. "Kami menentukan semoga bunyi kami didengarkan alasannya ialah pemerintah AS menganggap kami bahaya keamanan nasional. Mereka harus punya buktinya," sergah Ren.

"Bagaimana dengan Ericsson? Bagaimana dengan Cisco? Bukankah mereka juga punya problem keamanan siber? Kenapa hanya Huawei?," tanya Ren.

Ren menilai Presiden AS Donald Trump ialah pemimpin yang elok alasannya ialah memotong pajak untuk pebisnis. Namun ia menyarankan Trump berpikir ulang soal perlakuannya pada bisnis dan negara asing.

"Taktiknya semuanya salah. Jika hari ini beliau mengintimidasi sebuah negara, mengancam sebuah perusahaan besok atau menahan seseorang, tidak akan ada yang berani berinvestasi di AS," tandas Ren.

"Trump seharusnya lebih terbuka dan mau mendapatkan semua tipe investasi. Jika beliau menjadi lebih toleran pada dunia, maka investasi ke AS akan memastikan kemakmuran Amerika di masa selanjutnya," tambah dia.



Huawei sendiri tidak diperbolehkan berpartisipasi di pasar telekomunikasi AS selama bertahun-tahun. Kenyataan itu berdasarkan Ren menciptakan pemerintah AS tidak seharusnya menghakimi produk Huawei.

"Tidak ada perangkat Huawei di jaringan AS, apakah itu menciptakan AS benar-benar aman? Jika tidak, bagaimana sanggup mereka menyampaikan pada negara lain bahwa jaringan kalian juga akan kondusif tanpa Huawei? Itulah yang ingin kami ketahui dengan menggugat pemerintah AS," papar Ren.


Artikel Terkait

Pendiri Huawei: Seni Administrasi Donald Trump Salah Total
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email